PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI

Kondisi Perekonomian Indonesia saat ini

Perekonomian Indonesia untuk saat ini terbilang cukup stabil, walaupun nilai tukar rupiah berada disekitar Rp. 8.900,00 / $ – Rp. 9.200,00 / $. Kenapa bisa dibilang stabil ? menurut Bank Dunia perkembangan perekonomian Indonesia baik. kenaikan peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB- atau masuk dalam kategori investment grade, negara dengan investasi baik.

Kembalinya Indonesia ke peringkat ini mencerminkan fundamental makro kuat yang berhasil dibangun pemerintah Indonesia dalam 10 tahun terakhir.

Disebutkan, kerangka kebijakan makro yang baik dan kemajuan dalam reformasi struktural telah memanfaatkan kekuatan perekonomian dan memungkinkan Indonesia tetap menghasilkan pertumbuhan yang positif.

Bahkan semasa krisis ekonomi 2008-2009 dan ditengah kemerosotan ekonomi global saat ini perekonomian Indonesia tetap bertahan.

lembaga pemeringkat Fitch Ratings menaikkan peringkat “long term foreign dan local currency Issuer Default Ratings (IDR)” Indonesia menjadi BBB- dari BB+ dengan outlook stabil.

Sementara itu, rating “country ceiling” dinaikkan menjadi BBB, dan short term foreign currency IDR dinaikkan menjadi F3.

Nilai Positif terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia berkembang cukup baik. Seperti yang dibahas diatas adalah Peningkatan rating tersebut bisa berdampak positif pada outlook investasi Indonesia pada 2012, yang diharapkan berasal dari investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI).

Bank Dunia menilai dengan kembalinya Indonesia meraih “investment grade” diharapkan bisa mendorong investasi jangka panjang di bidang infrastruktur, kepastian regulasi dan transparansi yang sangat penting untu menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan yang lebih inklusif.

Memang, jika kita melihat sejumlah indikator statistik akan tergambar dengan jelas capaian positif ekonomi Indonesia dewasa ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada tahun 2011 perekonomian Indonesia mampu tumbuh mencapai 6,5%. Sementara itu, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.427,1 triliun dan atas dasar harga konstan (tahun 2000) Rp2.463,2 triliun.

Selain itu, data BPS juga menunjukkan bahwa jumlah pengangguran secara umum telah mengalami penurunan. Jumlah pengangguran saat ini sebesar 8,12 juta orang atau turun 470.000 orang dibandingkan bulan Februari 2010 yang mencapai 8,59 juta orang.

Kinerja positif ekonomi Indonesia tidak hanya dapat dilihat dari sajian data-data statistik BPS itu. Kinerja positif ekonomi Indonesia juga dapat dilihat dari apresiasi dunia internasional, seperti pemberian peringkat layak investasi (investment grade) oleh lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings dan Moody’s Investor Service.

Setelah menunggu selama 14 tahun, Indonesia kembali meraih peringkat investasi dari dua lembaga pemeringkat internasional tersebut. Indonesia kehilangan posisi investment grade sejak tahun 1997 setelah dihantam krisis moneter. Istilah investment grade merujuk pada sebuah peringkat yang menunjukkan utang pemerintah atau perusahaan memiliki risiko yang relatif rendah dari peluang default atau gagal bayar sehingga memiliki tingkat kepercayaan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Karena itu, invesment grade diberikan kepada suatu negara yang memiliki fundamental ekonomi kuat, stabilitas politik dalam jangka panjang solid, dan memiliki manajemen anggaran pemerintah serta kebijakan moneter yang prudent. Hal ini ditandai dengan defisit anggaran yang rendah, rasio utang rendah, dan inflasi terkendali.

Tidak dapat dimungkiri kunci utama keberhasilan Indonesia meraih peringkat investment grade adalah kemampuan meraih pertumbuhan ekonomi di atas 6% dan menjaga rasio utang terhadap PDB di bawah 25% serta menekan defisit anggaran di bawah 2,5%. Hal itu jelas merupakan capaian luar biasa di tengah carut marut kondisi ekonomi global yang menyebabkan posisi ekonomi sejumlah negara yang dianggap kuat justru ambruk dan mengalami kejatuhan peringkat utang.

Nilai positif yang bisa diambil adalah bahwa Indonesia dapat tumbuh dan berkembang di tengah kehancuran kondisi ekonomi global. Pencapaian peringkat investment grade memiliki nilai sangat penting karena akan berpengaruh pada pandangan dunia terhadap iklim investasi di Indonesia. Posisi Indonesia di mata investor akan semakin menguat sehingga memperbesar peluang untuk bisa meningkatkan kegiatan investasi di Indonesia. Tidak saja di pasar obligasi dan saham, tapi juga penanaman modal langsung akan meningkat. Indonesia akan kian dilirik sehingga arus masuk modal asing akan semakin meningkat dan memperkuat cadangan devisa.

Sebenarnya potensi akan perekonomian Indonesia sangatlah besar karena di ASEAN Indonesialah yang  paling besar ekonominya dibandingkan dengan Malaysia, Singapura dan Thailand, akan tetapi yang kurang adalah sisi kemakmuran rakyat masih tertinggal jauh (inilah salah satu nilai negatif dari pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini)

Nilai negatif dari  Perekonomian Indonesia ada beberapa yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan perekonomian Indonesia saat ini.

1. Pengangguran

Berbagai jenis Pengangguran yang muncul dalam perekonomian Indonesia, akan memberi dampak yang kurang baik bagi kegiatan ekonomi negara. Pengangguran akan menyebabkan perekonomian berada kondisi di bawah kondisi yang positif dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Disamping itu pengannguran akan menimbulkan kecenderungan masalah-masalahg kriminalitas dan masalah sosial lainnya.

2. Inflasi

Inflasi diwarnai dengan kenaikan harga-harga komoditi secara umum, atau dapat dikatakan hampir setiap komoditi mengalami kenaikan. Inflasi terjadi karena beberapa hal : Inflasi karena naiknya perrmintaan, inflasi karena naiknya faktor produksi, Inflasi yang karena, Inflasi yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Inflasi menyebabkan pendapatan masyarakat menurun dan menyebabkan nilai tukar rupiah menurun.

3. KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme)

Definisi korupsi sesungguhnya beragam. Namun jika dipandang dari sisi ekonomi, korupsi berarti the misuse of public office for private gain. Dari sudut pandang ini pula, korupsi biasa terjadi di negara dengan sejumlah ciri berikut ini:

  1. Peran dominan dalam perekonomian dipegang oleh negara, sementara sektor swasta hanya memiliki peran sangat kecil.
  2. Pemenuhan sebagian besar produk dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat dilakukan oleh negara, sementara hanya sebagian kecil yang disediakan oleh swasta.
  3. Banyaknya kebijakan yang dibuat oleh pejabat public dalam rangka mengimplementasikan peraturan negara.
  4. Minimnya transparansi dan akuntabilitas

Indonesia yang dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi tinggi, memang sering mendapat sorotan soal kebocoran anggaran negara. Pada masa Orde Baru, korupsi tak banyak terungkap karena penguasa tertutup dan meredam kasus-kasus korupsi.

Inilah beberapa aspek dari nilai negatif perekonomian Indonesia, walaupun masih banyak aspek negatif lainnya

Sumber Referensi

www.blogekonomi.com

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab8-masalah-pokok-perekonomian_indonesia.pdf

http://www.antaranews.com/berita/289219/bank-dunia-fundamental-makro-ekonomi-indonesia-kuat

http://news.okezone.com/read/2012/03/01/58/585147/persepsi-publik-dan-geliat-ekonomi-indonesia

Nama   : Mochamad Adam Firdaus

NPM   : 28211549

 

 

Posted on March 9, 2012, in Perekonomian Indonesia. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: